November 16, 2021 | Inspiration

Ketahui Penyebab Hustle Culture, Apakah Kamu salah Satunya?

Bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari adalah aktivitas utama bagi semua orang. Tidak berarti juga kalau kamu hanya hidup untuk bekerja. Kalau kamu seorang gila kerja atau pekerja keras, dapat dipastikan kamu mungkin terjebak dalam gaya hidup penuh tekanan dalam bekerja. Melansir dari halodoc hustle culture adalah budaya untuk bekerja secara maksimal tanpa istirahat.

Tak heran jika generasi millenial terutama fresh graduate banyak yang terjebak distuasi ini, mereka yang gila kerja menganggap jika bekerja secara terus menerus tanpa henti membuat mereka mendapatkan penghasilan yang besar tanpa memikirkan kesehatannya sehingga banyak yang mengalami stres dan kesehatan mentalnya akibat terjebak di hustle culture. Tak disangka juga kalau hal tersebut bisa juga disebut dengan gila kerja.

Hustle culture tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental. Alasannya, orang-orang yang terjebak dalam budaya ini berpikir bahwa satu-satunya cara untuk berhasil dan berkembang adalah melalui pekerjaan. Akibatnya, jam kerja seringkali melebihi jam normal dan lembur pun sudah menjadi makanan sehari-hari. Faktanya, orang-orang yang terjebak dalam budaya ini tidak pernah istirahat, dan ketika mereka istirahat, mereka selalu memikirkan pekerjaan mereka.

Tren hustle culture ini sudah merajalela dan hampir semua pekerja mengalami, fenomena ini juga dipicu oleh faktor eksternal, salah satunya adalah cuitan (kutipan) dari orang-orang sukses yang mendorong orang untuk bekerja secara terus menerus. Kata-kata penyemangat ini membuat banyak orang semakin gila kerja.

Lalu Apa Ada Dampak Hustle Culture Itu Sendiri?

Jika diteruskan, hustle culture dapat meningkatkan stres dan menggangu kesehatan mental. kesehatan mental adalah keadaan sejahtera dimana setiap individu menyadari potensi yang dimilikinya serta dapat mengatasi tekanan normal dari kehidupan. Terlepas dari meningkatnya kekhawatiran masyarakat tentang kesehatan mental, masih banyak orang yang menganggap kesehatan mental bukanlah masalah besar.

Beberapa masalah umum adalah gejala depresi, kecemasan, dan pikiran untuk bunuh diri. Memaksa diri untuk terus berhasil akan membuat tubuh semakin lelah dan stres. Ketika di bawah tekanan konstan, ia melepaskan hormon stres (kortisol) dalam jumlah yang lebih besar dan untuk waktu yang lebih lama.

Kesehatan mental masih dipandang sebagai abstraksi dibandingkan dengan kesehatan fisik, terlihat oleh mata dan mempengaruhi kulit. Akibatnya, animo masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa seringkali tidak tepat dan malah memperburuk keadaan. Maka dari itu kalian harus bisa menjaga tingkatan stress kalian serta menjaga juga kesehatan mental dalam bekerja ya guys. Berikut cara untuk mengubah pola gaya hidup hustle culture yuk simak guys!

Mengutamakan Me Time

Feelfree

Mulai sekarang kamu harus benar-benar berubah pola pikirnya tentang bekerja. Belajarlah untuk membelajarkan aktivitas bekerja sebagai hidup, bukan hidup untuk bekerja, dan jangan juga bekerja secara berlebihan yang bisa menyita waktu kamu sendiri. So mulai sekarang luangkan waktu untuk quality time atau me time untuk menjernikah pikiran kamu atau berpegian bersama teman agar tidak terjebak di gaya hidup hustle culture ini.

Kurangi Rasa Kompetitif

kompetisi kerja

Jika kita terus membandingkan atau berlomba dengan yang lain tentu tidak ada ujungnya. Kamu hanya perlu mengingat bahwa saat melakukan kerja kamu memliki perbedaan garis start, maka perjuangan pun juga berbeda dengan yang lain. Kamu hanya perlu mensyukuri yang kamu miliki dan buat orang yang di depan kamu menjadi sebuah acuan tapi ingat untuk mengejar ditahap itu jaga kesehatan mental kamu juga ya.

Meluangkan Waktu

Stress

Kamu harus mengalokasikan waktu kamu untuk bersantai atau bisa kamu gunakan untuk olahraga. Pasalnya saat kamu berolahraga hormon Endorfin dalam tubuh membantu untuk menghilangkan rasa stress, tak heran juga hormon tersebut salah satu senyawa kebahagiaan. Kamu bisa berolahraga dengan cara 30 menit dalam 1 hari, kamu bisa melakukan bersepeda atau jogging di sekitar kamu. Sebelum kamu melakukan olahraga pastikan perlengkapanmu seperti sarung tangan sepeda jika kamu ingin bersepeda, jaket untuk jogging dan perlengkapan lainnya yang bisa kamu dapatkan di Zoleka.id atau tokopedia, shopee dan lazada.

Jadi gimana Zolekawan? itu tadi penjelasan mengenai hustle culture dan dampaknya. Apa kamu mengalaminya? JIka iya semoga informasi ini dapat membantu kamu. So stay healty ya guys!

Filed in: hustle culture